(+62) 8129-2229-212

BSD Serpong, Tangerang Selatan

“Teologi Al Ma’un” Tema Safari Sabtu Subuh (S3) di Musholla Fatimah Cicentang dan Olahraga Ukhuwah Volleyball

Penulis : Suradi, SE, MM, CPS-FMMB

“Teologi Al Ma’un” Tema Safari Sabtu Subuh (S3) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 / 2 Rabi’ul Awal 1448H di Musholla Fatimah Cicentang bersama Ustadz Dr. Nurudin Hery Kustanto, M.M dan Olahraga Ukhuwah Volleyball

Ngaji Sejati.  Sebelum kajian subuh atau spiritual message maka dalam kesempatan S3 kali ini  berbeda dengan S3 sebelumnya karena  terdapat penampilan cerita monolog seorang tokoh K.H Ahmad Dahlan yang diperankan oleh Djindar Rohani dengan  Ki Dalang ENHAKA alias Dr. Nurudin Hery Kustanto, M.M.

Berawal dari rasa prihatin K.H Ahmad Dahlan atas realita kehidupan.  Ada orang yang rajin mengaji tapi perilakunya tidak sesuai dengan yang diajarkan dalam majlis ilmu tersebut. Ada orang yang hafal 30 juz namun hatinya  gelap, masih korupsi, hanya di lidah atau lisan saja mengatakan kebaikan, sering ngaji tapi masih suka gibah. Kondisi yang diharapkan adalah bukan berapa juz yang dihafalkan namun berapa ayat yang diamalkan.

“Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Ankabut 29 : 45)

Ada 3 tingkatan. Pertama, baca atau iqro (membaca, meneliti, atau mengenali teks). Buka Quran,  buka pikiran dan buka hati. Kedua, tadabbur (merenungi, memahami makna mendalam dan  mengambil hikmah) dari ayat-ayat Al-Qur’an. Hindari selesai ngaji pergi ke pasar kurangi timbangan. Ketiga, akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an yang berjalan. Setiap tindakan, ucapan, dan keputusan Nabi Muhammad SAW merupakan wujud nyata dari ayat-ayat suci Al Qur’an. Menjalankan perintah : Rasulullah menjadi orang pertama yang taat dan mengamalkan nilai seperti sabar, jujur, adil dan  pemaaf. Menjauhi larangan : Apa yang dilarang oleh Al-Qur’an dijauhi sepenuhnya oleh Rasulullah  dalam kehidupan sehari-hari.

Bangun sekolah, bangun rumah sakit dan bangun masjid yang hidup atau makmur (jangan selesai bangun masjid megah namun jamaahnya sepi).  Bukan hanya debat saja  tapi beramal. Jangan menjadi umat yang ketika ada berita kebenaran masuk telinga  kanan keluar telinga kiri. Quran itu ibarat oase. Ngaji ibarat  oase yang kita minum kemudian kita siramkan untuk menebarkan manfaat, dengan tenang dan tangan yang  lebih dermawan.

 

Spiritual Message kajian subuh bersama  Ustadz Dr. Nurudin Hery Kustanto, M.M

Approach. Berdasarkan  ayat-ayat suci Al Quran yang menjadi petunjuk, pedoman dan panduan.

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin. Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat, (yaitu) yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya, dan enggan (memberi) bantuan.” (QS Al Ma’un 107 : 1-7)

 

Teologi Al Ma’un.  Setiap penyaji kajian subuh punya gaya dan penampilan yang berbeda-beda. Bagi Ustadz Dr. Nurudin Hery Kustanto, M.M yang sering disapa ENHAKA punya cara tersendiri  antara lain kondisikan bahwa jamaah tertarik dengan materi yang disampaikan dan libatkan jamaah secara aktif. Caranya adalah penyaji mengajukan beberapa pertanyaan tertutup dengan 2 pilihan dan jamaah secara interaktif mencoba menjawabnya.

Al Ma’un artinya barang berguna. Adapun asbabun nuzul surat Al-Maun dijelaskan dalam kitab Asbabun Nuzul karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi, bahwa surat ini diturunkan berkenaan dengan al-Ash bin Wa’il, seorang tokoh Quraisy yang sering menghardik anak yatim dan enggan memberi bantuan kepada fakir miskin. Hal ini memperkuat makna bahwa surat Al-Maun adalah teguran Allah terhadap perilaku tidak peduli terhadap sesama, meskipun pelakunya rajin beribadah secara formal.

Tafsir Al-Azhar karya Prof. Dr. Hamka, dinyatakan baha surat Al-Maun turun sebagai kecaman terhadap orang-orang yang secara lahir tampak beragama, namun tidak memiliki kepedulian sosial dan suka mengabaikan kewajiban moral terhadap masyarakat kecil. Dari sini, kita memahami bahwa surat ini tidak hanya mengecam penolakan terhadap anak yatim, tetapi juga sikap egois dalam kehidupan sosial. Bahkan shalat pun tidak bernilai jika dilakukan tanpa keikhlasan atau masih dibarengi dengan sikap berpura-pura di hadapan manusia.

 

BABURFANI. Diperkenalkan sebuah akronim BABURFANI dengan 3 kata kunci.  Pertama,  Bayani dengan pendekatan secara tekstual . Kedua, Burhani  menggunakan  rasio dan realitas. Ketiga, Irfani menggunakan pendekatan rasa dan pengalaman kalbu atau hati secara empati dan  berbagi secara  ikhlas atau no riya’. Ada sebuah ilustrasi yang mudah dan menarik dalam tataran kehidupan kita sehari-hari  yaitu bayani bahwa senyumnu adalah sedekahmu sedangkan burhani adalah bagaimana kita bisa membuat orang lain tersenyum.

 

Sholawat dan FMMB. Di penghujung kajian Subuh suasana semakin tambah khidmat dan khusyuk ketika  digemakan sholawat dan FMMB dengan 4 paragraf berikut ini.

Pertama, Sholatullah salamullah. Ala Toha Rasulillah. Sholatullah Salamullah. Ala yasin habibillah (FMMB sebutannya. Forum masjid itu fungsinya. Musyawarah cara kerjanya. Ridho Allah tujuannya).

Kedua, Sholatullah Salamullah. Ala Toha Rasullillah. Sholattullah Salamullah. Ala Yasin Habibillah (S3 program rutinnya. Silaturahmi kata kuncinya. Manfaat berkah itu mottonya. Kota santri cita-sitanya).

Ketiga, Tawassalna Bibismillah. Wabilhadi Rasulillah. Wakulli Mujahidil Lillah. Biahlil Badria Allah (Presidium Ketuanya. Tiap tahun ganti orangnya. Tapi tujuannya sama. Kota santri idamannya).

Keempat, Sholatullah salamullah. Ala Toha Rasulillah. Sholatullah Salamullah. Ala Yasin Habibillah. (FMMB forum bersama. Para DKM anggotanya. Ayo semua ikut serta. Semoga Allah meridhoinya).

 

Insight, Inspiration & Motivation  Musholla Fatimah, Cicentang.

Tetap dan terus berhikmah sosial kemasyarakatan. Alhamdulillah Allah ijinkan S3 FMMB kembali digelar di Musholla Fatimah, Cicentang.  Totok Suhartono mewakili  pengurus musholla Fatimah Cicentang menyapa, bersyukur kepada Allah dan bersholawat kepada Rasulullah. Terimakasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan FMMB untuk yang kesekian kalinya musholla Fatimah Cicentang menjadi tuan rumah penyelenggaraan S3.

Luas area musholla Fatimah Cicentang sekitan seribuan meter persegi saat ini memiliki peran dan kontribusi antara lain ada sekolah TK, ada klinik umum dan gigi, pada pekan kedua bekerjasama dengan DKM Asy Syarief BSD menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan secara gratis ketika kajian Dhuha. Pada sore hari banyak anak-anak dan ibu-ibu yang mengaji. Terdapat PKBM bekerjasama dengan yayasan AT 60. PCM Serut juga memiliki markaz dakwah, koperasi dan MBG. Ada juga kepercayaan membangun klinik kesehatan di Pabuaran. Inilah kesempatan bagi kita selain aktif di masjid masing-masing juga berhikmah di kegiatan sosial kemasyarakatan ini. Peluang untuk melakukan pemilahan sampah organik dan unorganik seperti minyak jelantah.

 

Testimoni kesan S3 dan pesan FMMB ke depan. Totok Suhartono yang punya perawakan tinggi dan suara yang khas   dalam kesempatan yang berharga ini memberikan testimoni bahwa dengan adanya S3 FMMB di musholla Fatimah Cicentang ini mengucapkan banyak terimakasih kepada pengurus dan sekretariat FMMB dan para jamaah S3  sehingga dapat memberikan motivasi dan semangat kepada DKM Fatimah dan semakin makmur,  bermanfaat untuk jamaah dan  lingkungannya.

Pesan untuk FMMB ke depan  semoga S3 ini terus memberikan inspirasi kepada seluruh anggota sebagai katalisator kemakmuran dan kebermanfaatan tiap-tiap DKM, jamaah dan lingkungannya. Selain itu sebagai sharing dan sinergi antar masjid dengan semakin banyaknya jamaah S3. Adapun S3 yang kami sajikan di musholla Fatimah Cicentang dapat menginspirasi karena diselenggarakan berbeda dengan S3 sebelumnya seperti penampilan monolog dan olahraga ukhuwah volley ball. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan terutama yang terkait dengan keterbatasan area parkir untuk kendaraan mobil.

 

Info FMMB melalui Presidium (Dude Rachmawan) dan Sekretariat FMMB :

  1. Rasa syukur dan ucapan terimakasih kepada pengurus Musholla Fatimah, Cicentang menjadi tuan rumah penyelenggaraan S3 FMMB dengan segala penyambutan dan pelayanan yang diberikan serta banyak kejutan yang menginspirasi masjid-masjid lainnya.
  2. S3 FMMB sebagai ikhtiar hidupkan syiar dan wadah silaturahim, sharing dan membangun sinergi antar masjid dan musholla. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, penuh keberkahan sebagai bekal dan tantangan dakwah.
  3. Sebagai ajang penguatan jalinan silaturahim, mohon doa dan dukungan penyelenggaraan Muslem Game 2026 dengan 1 kegiatan utama yaitu lari marathon sesuai dengan hasil sharing pengalaman panitia Muslim Game sebelumnya dan pertemuan para presidium 2023-2026.
  4. Mohon doa dan dukungan penyelenggaraan Seminar Nasional Forum Masjid 2026.
  5. Mohon doa dan dukungan pembuatan buku “20 Tahun Kiprah dan Harapan FMMB”
  6. Penganugerahan plakat ucapan terimakasih FMMB, santunan dan momento pernik-pernik Dakwah kepada pengurus musholla Fatimah Cicentang.

 

Di penghujung acara S3 FMMB ditutup dengan doa kafaratul majlis  dilanjutkan foto bersama dan sholat syurug. Setelahnya para jamaah  menikmati hidangan sarapan bersama dengan menu nasi rawon khas Jawa Timur sambil ramah tamah saling silaturahim di musholla Fatimah, Cicentang,  sharing dan membangun sinergitas dengan penuh kekeluargaan antar masjid dan pengurus FMMB serta personal representative organisasi Islam Tangerang Selatan diantaranya membahas progres pembuatan buku 20 Tahun Kiprah dan Harapan FMMB, intro UMT, kolaborasi Dewan Dakwah kota Tangsel dan olahraga ukhuwah volleyball di lapangan musholla Fatimah Cicentang antara Tim FMMB vs Tim PCM Serut.

Di acara S3 kali ini juga  diserahterimakan secara simbolis baju batik Dewan Dakwah kota Tangerang Selatan  kepada anggota Majelis Pertimbangan dan Dewan Pakar Dewan Dakwah yang juga merupakan penggerak FMMB dan PCM Serut. Hal ini bukan sekadar serahterima seragam saja, tetapi menjadi simbol kebersamaan, identitas dan kesiapan untuk memperkuat jejaring dakwah. Salah satu agenda FMMB adalah “Membangun Jejaring dan Kemitraan” dengan MUI, Kementerian Agama, Pemerintah Kota Tangsel, ICMI, DMI  dan  berbagai pihak lainnya.

 

Disini gunung disana gunung, di tengahnya ada kolam renang.

Kita sungguh beruntung, ikuti S3 di  musholla Fatimah Cicentang.

 

BSD … Kota Santri. FMMB …. Berkah Manfaat.  Fatimah …. Makmur.

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar

Tags :
Share :