Mengharmoni Kehidupan Menebarkan Kebermanfaatan

Penulis : Suradi, SE, MM, CPS-FMMB

Pengantar. Yang pertama dan utama adalah rasa syukur kita karena begitu banyak nikmat yang Allah karuniakan terutama  dua nikmat yang sering manusia lalaikan yaitu nikmat sehat dan nikmat kesempatan. Dengan olah rasio dan olah ruh  maka kita yang telah dibekali dengan keshalehan individual, sosial dan profesional ini dapat memaknai seutuhnya, mengaktualisasikan dalam kehidupan dan menebarkan kebaikan dan kebenaran kepada orang lain.

Sebagaimana firman Allah dalam QS Ali Imran 3 : 104 yang artinya “Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Dalam perjalanan dan perjuangan panjang setiap diri beraneka ragam  dan tingkatan atau derajat keshalehan kita. Menarik bagi kita memulai dengan pemahaman pengertian keshalehan tersebut, apa yang menjadi indikatornya, kaitannya dengan olah 4R, protofolio kehidupan  dan menebarkan kebermanfaatan merupakan learning process dengan siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA) sehingga membuahkan hasil yang lebih baik dan lebih baik lagi tumbuh dan  beristiqomahan.

 

Pengertian Keshalehan. Untuk memberikan pemahaman yang sama bahwa arti keshalehan adalah ketaatan (kepatuhan) dalam menjalankan ibadah dan  kesungguhan dalam menunaikan ajaran agama.

Keshalehan individual adalah  kesalehan ritual ibadah semata, baik itu sholat, puasa, zakat dan ritual-ritual pribadi atau privat lainnya dengan istilah lainnya adalah hablum minallah atau hubungan vertikal antara hamba dengan Allah.  Sebagaimana firman Allah dalam QS Adz Dzariyat 51:56 yang artinya “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia  kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”

Keshalehan sosial merupakan tanggungjawab kita bersama bagaimana menciptakan kesalehan atau kebaikan untuk diri sendiri dan lingkungan kita (hablum minnas atau hubungan horizontal termasuk di dalamnya hablum minal ‘alam).

Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan (kepada) Allah pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) kepada mereka dan baginya (diberikan) ganjaran yang sangat mulia (surga).” (QS Al Hadid  57:18)

Satu lagi pengertian keshalehan professional adalah keshalehan seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya. Allah berfirman “Sungguh beruntung pula orang-orang yang memelihara amanat  dan janji mereka.” (QS Al Mukminun  23:8)

 

Indikator 3 Keshalehan (3K). Setelah mengetahui pengertian keshalehan individual, beberapa yang menjadi indikator keshalehan individual ini dalam ajaran Islam antara lain menunaikan  ibadah  shalat, puasa, zakat dan ibadah  haji bagi yang mampu.  Sedangkan indikator keshalehan sosial antara lain menyisihkan sebagian rezeki yang Allah karuniakan antara lain bersedekah, menyantuni anak yatim, piatu dan dhuafa,  membantu fakir miskin, membantu  saudara kita yang terdampak musibah, pemberdayaan ekonomi produktif yang lebih membutuhkan.  Adapun indikator keshalehan profesional antara lain ketaatan menjalankan aturan, objektivitas, loyalitas dalam bekerja atau beroganisi, akuntabilitas, kejujuran, integritas dan  transparansi.

Olah 4R untuk membangun harmoni kehidupan. Untuk membangun harmoni kehidupan dan menebarkan kebermanfaatan dikaitkan dengan olah 4R dapat dideskripsikan berikut ini.

  1. Olah Ruhiyah : menjaga hubungan hamba dengan Allah (Hablum minnallah) melalui iman, ibadah, doa, dan rasa syukur.
  2. Olah Relasi : membangun hubungan yang baik sesama dan alam semestral (Hablum minnas dan Hablum minal ‘alam) antara lain  keluarga, sahabat, rekan kerja,  masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan hijau secara berkelanjutan.
  3. Olah Rasa : mengelola emosi, menjaga empati, menghargai perbedaan, dan mengembangkan kasih sayang dan rasa sosial kemasyarakatan.
  4. Olah Raga : tetap dan terus menjaga kesehatan fisik melalui pola hidup sehat, istirahat cukup, olahraga, dan keseimbangan dalam beraktivitas.

 

Portofolio kehidupan : Dimanakah posisi kita?

Untuk mengetahui dan menakar secara sekilas bisa kita petakan portofolio 3 keshalehan tersebut (Keshalehan Individu, Keshalehan Sosial dan Keshalehan Profesional disingkat 3K)  dan 4R  dalam 4 kuadran yang ditampilkan dengan sumbu horizontal dimensi kuantitas (jumlah) dan sumbu vertikal dimensi kualitas (mutu) berikut ini.

 

Dimanakah posisi kita ? Bisa saja sebagian 3K dan 4R  kita terdistribusi pada kuadran I (kuantitas sedikit-kualitas tinggi) atau kuadran  II (kuantitas dan kualitas tinggi) atau kuadran  III (kuantitas dan kualitas rendah) atau kuadran IV (kuantitas banyak-kualitas rendah).  In syaa Allah kita sedang dan terus menuju ke kuadran II yaitu suatu kondisi dari dimensi kuantitasnya banyak dan dari dimensi  kualitasnya tinggi.

 

Menebarkan manfaat. Setelah mengharmoni kehidupan diaktualisasikan dalam amaliyah di setiap kehadiran kita memberikan manfaat bagi sesama dan alam semesta beserta isinya. Caranya adalah  mulailah memberi manfaat dari diri dan lingkungan terdekat. Keluarga adalah tempat pertama menanamkan kebermanfaatan. Meluas kepada jamaah, organisasi/perusahaan, masyarakat dan alam semesta. Tidak harus besar,  yang penting nyata dan beristiqomah

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusi lainnya.” (HR Ath-Thabrani)

Untuk mengaktualisasikannya mari kita perkuat hubungan dengan Allah (Hablum minallah). Perluas kepedulian kepada sesama (Hablum minannas dan Hablum minal ‘alam). Tingkatkan kualitas diri dan prestasi. Jadikan setiap keberhasilan sebagai jalan menebarkan manfaat.

Dalam  tulisan ini tersurat dan tersirat  spiritual message sebagai pemicu dan pemacu serta  menambah adrenalin untuk menggapai asa dengan rasa optimis. “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk menusia, menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah yang munkar serta beriman kepada Allah …..“ (QS  Ali Imran 3 : 110).

Sebagai closing mark adalah “3K dan olah 4R bukan hanya tentang menjadi baik untuk diri sendiri, tetapi bagaimana kebaikan itu hadir, dirasakan dan memberikan manfaat bagi kehidupan bumi dan isinya.”

 

Ijinkan di penghujung tulisan ini ditutup dengan pantun bernasehat berikut ini.

Indah nian bunga melati,

Warnanya sungguh memikat.

Semoga tulisan sederhana ini,

Membawa berkah dan bermanfaat.

(Diresumekan dan dikembangkan oleh penulis sebagai Penyaji Kajian Subuh acara Safari Sabtu Subuh-S3 di masjid Ar Rohman Rawa Mekar Jaya pada Sabtu, 19 September 2026)

Tags :
Share :